Tipepedia - Pendidikan dan Karir

Teori Produksi Lengkap dengan Metode Penentuan Jumlah Produksi (Logika Fuzzy)

Pengertian produksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam mendapatkan keuntungan. namun dalam produksi terdapat beberapa hal, beberapa pendekatan yang perlu kita pahami sebelum kita menganalisis suatu usaha baik usaha kecil atau usaha dengan sekala besar. pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Teori Produksi Lengkap dengan Metode Penentuan Jumlah Produksi (Logika Fuzzy). untuk lebih lengkapnya mari kita baca artikel kali ini.


Teori Produksi

Menurut Abimanyu (2004), produksi itu menyangkut proses transformasi input (misalnya : modal, tenaga kerja, tanah) menjadi output barang dan jasa. Dalam proses ini, yang penting adalah efisiensi penggunaan input. Efisiensi ini bisa menjadi dasar analisis penggunaaan input dalam proses produksi barang dan jasa. Teori produksi pada dasarnya berusaha menjelaskan bagaimana dengan biaya minimum perusahaan bisa memproduksi output tertentu dengan biaya tertentu bisa memaksimalkan produksi. 

Teori produksi sebagai alat guna melihat hubugnan antara input dan output. Adanya teori produksi juga diharapkan dapat memberikan penjelasan dan peramalan yang terjadi dalam fase produksi. Fungsi produksi  adalah hubungan teknis antara faktor produksi (input) dengan ahsil produksi (output). Secara matematis hubungan teknis dapat ditulis Output = f (TK, M, T,S). Hubungan teknis yang dimaksud adalah bahwa produksi hanya bisa dilakukan degan menggunakan faktor produksi yang dimaksud. Bila faktor produksi tidak ada maka tidak ada juga produksi.produksi yang dihasilkan tanpa penggunaan teknologi, modal dan manusia disebut produksi alami, yaitu produksi yang dilakukan dengan modal, teknologi, dan manusia.


 #1. Produksi dengan menggunakan satu variabel bebas

Produksi yang menggunakan satu variabel dan yang lainnya tetap misalnya antara manusia dan modal. Dimana manusia (tenaga kerja) sebagai variabel bebas sedangkan modal sebagai variabel tetap.hubungan produksi dimana terdapat satu variabel, dan yang lainnya tetap berlaku hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang, yaitu apabila faktor variabel ditambah terus, maka output semakin lama semakin menurun secara rata-rata.


#2. Produksi dengan menggunakan 2 variabel bebas

Secara teoritis produksi menggunakan 2 variabel bebas dalam produksi adalah produksi yang memanfaatkan 2 faktor produksi yang dapat direkayasa misalnya tenaga kerja  dan modal, atau antara modal dengan teknologi.variabel yang paling sering dan mudah digunakan dalam analisis produksi “gaya” ekonomi ortodoks biasanya adalah faktor produksi tenaga kerja dan modal (Putong, 2005).

Menurut Sugiyanto (2002), sumber saya atau input dikelompokkan menjadi sumber daya manusia (termasuk tenaga kerja dan kemampuan manajerial, modal, tanah atau sumber daya alam. Kemampuan manajerial adalah kemampuan yang dimiliki individu melihat kemungkinan mengkombinasikan sumber daya untuk menghasilkan dengan cara baru atau cara yang lebih efisien, baik produk baru maupun produk yang sudah ada. Input selanjutnya dibagi menjadi input tetap dan input variable. Input tetap adalah input yang tidak diubah jumlahnya dalam waktu tertentu atau bisa diubah namun dengan biaya yang sangat besar. Input variable adalah input yang dapat diubah dengan cepat dalam jangka pendek.

Dalam ekonomi, konsep jangka pendek mengacu pada kondisi dimana minimal terdapat satu input yang bersifat tetap jumlahnya. Jangka panjang adalah periode waktu dimana seluruh input bersifat variabel. Jangka waktu ini tidak ada hubungannnya dengan periode waktu yang biasa kita kenal.

#1. Produksi dalam Jangka Pendek

Dalam jangka pendek perusahaan memiliki input tetap dan menentukan berapa banyaknya input variabel yang harus digunakan. Untuk membuat keputusan pengusaha akan memperhitungkan seberapa besar dampak penambahan input variabel terhadap produksi total. Misalnya, input variabel adalah tenaga kerja dan input tetapnya adalah modal. Pengaruh ini dapat dilihat dari produksi rata-rata (Average Product, AP) dan produksi marjinal (Marginal aparoduct, MP). Produksi Marjinal yaitu tambahan output karena tambahan input sebanyak 1 satuan. 

Produksi rata-rata yaitu : ratio antara total produksi denagn input atau produksi per tenaga kerja.

APL = produktivitas TK persatuan orang
Total produksi (TP) yaitu : jumlah seluruh produk yang dihasilkan.


Gambar Fungsi Produksi Total

Gambar Produksi Rata-rata Produksi Marginal




















#2. Produksi dalam Jangka Panjang

Jangka panjang suatu proses produksi tidak bisa diukur dengan waktu tertentu misalnya 10 tahun, 5 tahun, 15 tahun dan seterusnya. Jangka panjang suatu proses produksi adalah jangka waktu di mana semua input atau factor produksi yang dipergunakan untuk proses produksi bersifat variabel. Dengan kata lain, dalam jangka panjang tidak ada input tetap.

Dengan memiliki input variabel ini, maka seorang produsen dapat memilih kombinasi input yang paling menguntungkan untuk menghasilkan output. Demikian pula, untuk menghasilkan suatu jumlah output tertentu produsen terdapat banyak alternatif kombinasi input yang bisa dipilih. Misalnya, produsen memiliki dua macam input, tenaga kerja (L) dan kapital (K). Untuk memproduksi sejumlah output tertentu, produsen bisa mempergunakan lebih banyak tenaga kerja dan sedikit kapital, lebih sedikit tenaga kerja dan banyak kapital atau menggunakan capital dan tenaga kerja dengan perbandingan yang seimbang.


Gambar Kurva Isoquant
Kurva ini dinamakan isokuan. Bentuk krva isokuan serupa dengan bentuk kurva indeferen. Semakin ke kanan atas kurva isokuan menunjukkan tingkat output yang semakin tinggi. Demikian sebaliknya, semakin ke kiri bawah semakin rendah tingkat outputnya. Hal ini bisa dimaklumi mengingat bahwa semakin ke kanan atas, banyaknya input yang dipergunakan semakin banyak. Apabila isokuan bergerak ke kanan atas berarti produsen menaikkan skala produksinya atau melakukan perluasan usaha.



Metode Logika Fuzzy (Penentuan jumlah produksi)

Logika Fuzzy merupakan metode yang digunakan dalam analisis penentuan jumlah produksi. Penentuan jumlah produksi dengan menggunakan logika fuzzy dianggap mampu untuk memetakan suatu input kedalam suatu output tanpa mengabaikan faktor–faktor yang ada. Logika fuzzy diyakini dapat sangat fleksibel dan memiliki toleransi terhadap data-data yang ada. Dengan berdasarkan logika fuzzy, akan dihasilkan suatu model dari suatu sistem yang mampu memperkirakan jumlah produksi. Faktor–faktor yang mempengaruhi dalam menentukan jumlah produksi dengan logika fuzzy antara lain jumlah permintaan dan jumlah persediaan (Djunaidi dkk, 2005). Metode Logika Fuzzy memiliki tahapan kerja sebagai berikut yaitu : 

#1.Identifikasi Data 

Identifikasi data dilakukan dengan penentuan variabel yang diperlukan dalam melakukan perhitungan dan analisis masalah. Perusahaan dalam melakukan proses produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya : 
a. Jumlah Permintaan 
b. Jumlah Persediaan 
c. Jumlah Produksi 

#2. Pembentukan himpunan fuzzy 

Pada metode mamdani baik variabel input maupun variabel output dibagi menjadi satu atau lebih himpunan fuzzy. 

#3. Aplikasi fungsi implikasi 

Pada metode mamdani, fungsi implikasi yang digunakan untuk tiap – tiap aturan adalah fungsi min. 

#4. Penegasan (defuzzy) 

Proses penegasan (defuzzyfikasi) menggunakan bantuan software matlab dengan menggunakan fasilitas yang disediakan pada toolbox fuzzy. Selain itu,  Defuzzyfikasi pada komposisi aturan mamdani dengan menggunakan metode centroid. Dimana pada metode ini, solusi crisp diperoleh dengan cara mengambil titik pusat daerah fuzzy. Secara umum dirumuskan :




Ada dua keuntungan menggunakan metode centroid, yaitu (Kusumadewi, 2002): 
1. Nilai defuzzyfikasi akan bergerak secara halus sehingga perubahan dari suatu himpunan     fuzzy juga akan berjalan dengan halus. 
2. Lebih mudah dalam perhitungan.

Demikan Ulasan Artikel terkait dengan Teori Produksi Lengkap dengan Metode Penentuan Jumlah Produksi (Logika Fuzzy) yang kami rangkum dari berbagai literatur yang kami tulis dan kami sajikan dalam daftar pustaka di bawah. semoga bermanfaat dan terima kasih

Daftar Pustaka

Abimanyu. 2004. Ekonomi Manajerial. Bogor: Ghalia Indonesia.
Djunaidi, dkk. 2005. Penentuan Jumlah Produksi dengan Aplikasi Metode Fuzzy-Mamdani. Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol.4 No.2 Desember 2005.
Putong, I. 2005. Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Soegiarto et al, 1978. Budidaya Rumput Laut [serial online]. http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=40312&idrb=43701 [05 November 2010].

Teori Pengambilan Keputusan dengan Rumus Expected Monetary Value (EMV)

Teori Pengambilan Keputusan dengan Rumus Expected Monetary Value (EMV) - Pengambilan keputusan hakikatnya adalah pemilihan dan penentuan suatu alternatif tindakan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Pengambilan keputusan dengan menggunakan metode kuantitatif, hal yang terpenting adalah informasi yang merupakan salah satu komponen input yang paling penting. Selain informasi dalam proses pengambilan keputusan hal terpenting adalah prosesnya sendiri. Proses pengambilan keputusan dipandang sebagai “black box” karena banyak pengambilan keputusan yang prosesnya tidak diketahui. Komponen ketiga dalam sistem pengambilan keputusan masalah adalah outputnya. Output disini adalah keputusannya sendiri. Keputusan itu tidak lain adalah hasil proses atau analisis suatu masalah.


Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko merupakan pengambilan keputusan mempunyai lebih dari satu alternatif tindakan. Masalah pengambilan keputusan dalamkondisi resiko ini dipecahkan dengan memilih keputusan yang akan memaksimalkan expected return atau Expected Monetary Value (EMV), yang merupakan kriteria optimalis untuk setiap keputusan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

Rumus Expected Monetary Value (EMV)


Keterangan :
EMVi     = Expected Monetary Value atau keputusan atau tindakan i
Rij          = Return atas keputusan atau tindakan i untuk tiap keadaan
Pj          = Probabilitas bahwa kondisi j akan terjadi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah SDM (Sumber Daya Manusia), pengalaman, kebiasaan dan informasi. Sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, hal ini dikarenakan ilmu pengetahuan peternak haruslah besar terhadap mitra yang akan bekerja sama dalam proses produksi hasil burung puyuh. Karena dalam pengambilan keputusan harus benar-benar teliti dan tau bagaimana karakter dari mitra yang akan bekerja sama, agar tidak terjadi perugian sepihak dalam usaha budidaya yang dilakukan. Pengalaman yang dimiliki juga mempengaruhi pengambilan keputusan, karena dengan adanya pengalaman yang telah dimiliki peternak dapat lebih tenang dalam berusaha hasil burung puyuh dengan mitra yang membantunya. Sedangkan kebiasaan, dalam pengambilan keputusan juga harus memiliki kebiasaan yang telah dilakukan, baik dengan mitra tersebut maupun dengan mitra yang lainnya. Karena kebiasaan yang nantinya sudah dimiliki akan dapat membantu untuk menentukan atau mengambil keutusan dalam bermitra. Banyaknya informasi yang dimiliki juga sangat membantu dalam pengambilan keputusan bermitra atau tidaknya dengan suatu perusahaan.

Demikian ulasan artikel terkait dengan Teori Pengambilan Keputusan dengan Rumus Expected Monetary Value (EMV) yang kami rangkum dari buku Metode pengambilan keputusan kuantitatif yang ditulis oleh Muhammad Muslich dan diterbitkan oleh PT Bumi Aksara jakarta. Semoga bermanfaat dan Terima kasihl.

Teori Manajemen Strategi Lengkap dengan Pengertian dan Tahapnya

Pengertian Strategi adalah alat yang digunakan untuk mencapai tujuan. Strategi memberikan kesatuan arah bagi semua anggota organisasi. Konsep strategi yang tidak jelas akan mengakibatkan keputusan yang diambil akan bersifat subjektif atau berdasarkan intuisi belaka dan mengabaikan keputusan lain. Manajemen strategi adalah kumpulan keputusan dan tindakan yang merupakan hasil dari rencana, formulasi dan implementasi yang didesain untuk mencapai tujuan suatu perusahaan (Pearce II dan Robinson, Jr.). Manajemen strategi meliputi perencanaan, pegarahan, pengorganisasian, dan pengendalian keputusan dan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan strategi perusahaan (Suroso, 2011).

Teori Manajemen Strategi Lengkap dengan Pengertian dan Prosesnya

Silahkan Pelajari Juga Teori yang Lain

Menurut Hutabarat dan Martani (2006), kedalaman dalam mengelola strategi tidak hanya terbatas pada proses, tetapi juga dipengruhi oleh tingkat pengelolaannya yang juga memerlukan suatu tingkat pemikiran yang berbeda serta meningkat dari waktu kewaktu sesuai dengan kondisi yang dialami oleh perusahaan. Semakin strategik pekerjaan yang dilakukan, diperlukan tingkat pemikiran yang semakin kompleks yang berada di atas taraf evaluasi. Tuntutan berkembang kepada analisis atau bahkan sintesis untuk memberikan suatu solusi yang optimal dalam strategi yang digambarkan seperti di bawah ini.

tingkat kedalaman strategi

Manajemen strategis adalah suatu perspektif baru yang menyoroti tentang pentingnya organisasi untuk memberikan lebih banyak perhatian pada perumusan strategi dan perubahan lingkungan. Strategi organisasi yang tepat untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungan yang berubah sangat penting bagi keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Menurut Ibrahim dalam Ahdiyana (2011), manajemen strategis pada prinsipnya adalah kemampuan manajemen organisasi untuk mengadaptasi masa depan yang umumnya bersifat jangka pendek serta menengah. 


Strategi penting karena merupakan proses untuk menentukan arah yang harus dijalani agar visi dan misi organisasi dapat tercapai. Strategi juga dapat memberikan dasar yang masuk akal untuk keputusan – keputusan yang akan menuntun ke arah pencapaian tujuan organisasi. Keputusan strategis akan meningkatkan kemampuan pemimpin dalam menghadapi perubahan. 

Menurut Johnson dan Scholes dalam Ahdiyana (2011), keputusan strategis menaruh perhatian pada ruang lingkup aktivitas organisasi, penyesuaian aktivitas organisasi dan lingkungannya, alokasi dan realokasi sumber daya utama dalam organisasi, nilai, harapan dan tujuan dari strategi yang berpengaruh, serta implikasi perubahan operasional pada seluruh organisasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa manajemen strategis adalah suatu proses yang dalam setiap tahapnya Memerlukan partisipasi dari semua pihak, dan pertanggungjawaban dari pemimpin. Dengan demikian manajemen strategis meliputi penetapan kerangka kerja untuk melaksanakan berbagai proses tersebut.

Setiap organisasi membutuhkan strategi manakala menghadapi situasi berikut (Jain dalam Purwanto, 2012)

1. Sumberdaya yang dimiliki terbatas
2. Ada ketidakpastian mengenai kekuatan  bersaing organisasi
3. Komitmen terhadap sumberdaya tidak dapat diubah lagi
4. Keputusan-keputusan harus dikoordinasikan antar bagian sepanjang waktu
5. Ada ketidakpastian mengenai pengendalian inisiatif

Tahap penyususan strategis sedikitnya ada enam tahap yang perlu diperhatikan yaitu (Purwanto, 2012)

1. Seleksi yang mendasar dan kritis terhadap permasalahan
2. Menetapkan tujuan dasar dan sasaran strategis
3. Menyusun rencana penyumberdayaan
4. Mempertimbangkan keunggulan
5. Mempertimbangkan keberlanjutan

Menurut Steiner dan Miner dalam Ahdiyana, 2011, proses manajemen strategis meliputi beberapa hal sebagai berikut:

1. Pengawasan perubahan lingkungan
2. Identifikasi lingkungan peluang dan ancaman untuk dihindarkan
3. Evaulasi kekuatan dan kelemahan organisasi
4. Perumusan misi dan sasaran
5. Identifikasi strategi untuk untuk pencapaian tujuan organisasi
6. Evaulasi strategi dan pilihan strategi yang akan diimplementasikan
7. Pemantauan proses untuk meyakinkan bahwa strategi diaplikasikan dengan tepat.

Demikian Ulasan artikel kami tentang Teori Manajemen Strategi Lengkap dengan Pengertian dan Tahapnya yang kami rangkum dari berbagai literatur yang kami sajikan dalam daftar pustaka. semoga bermanfaat dan terima kasih.

Daftar Pustaka

Ahdiyana, Marita. 2012. Memperkuat Manajemen Strategis dalam Pengukuran Kinerja dalam Organisasi Sektor Publik. Yogyakarta : UNY.
Hutabarat, Jemsly dan Martani H. 2006. Proses, Formasi, dan Implementasi Manajemen Strategik Kontemporer Operasionalisasi Strategi. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Purwanto. 2012. Marketing Strategic Meningkatkan Pangsa Pasar dan Daya Saing. Tanpa Kota : Platinum.
Suroso, Imam. 2011. Konsep dan Teori Manajemen Stategi. Mojokerto : Insan Global.

Teori Motivasi Argyris, Maslow, Patton, Herzberg, McClelland, dan Pengharapan

Pengertian Motivasi adalah dorongan atu motif untuk melakukan sesuatu, atau suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang.Motif adalah dorongan atau kekuatan dari dalam diri seseorang yang dapat menggerakkan dirinya, untuk melakukan sesuatu. Adapun pengartian motivasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, adalah keinginan atau dorongan yang timbul pada diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan sesuatu perbuatan dengan tujuan tertentu. Motivasi merupakan salah satu aspek psikis yang memiliki pengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar.

Teori Motivasi Argyris, Maslow, Patton, Herzberg, McClelland, dan Pengharapan

#1. Metode Predisposisi Argyris

Teori predisposisi atau model predisposisi tentang motivasi didasari atas asumsi psikologis terhadap manusia, Chris Argyris berpendapat bahwa individu adalah organisme yang kompleks, dan organisme tersebut dapat menimbulkan kekuatan kerja pada diri individu untuk membangkitkan kebutuhan didalam dirinya.Model predisposisi Argyris ini pada hakekatnya mengelompokkan manusia organisasional kedalam dua kelompok, kelompok yang bersifat kekanak-kanakan dengan empat ciri negatif, dan kelompok yang bersifat dewasa dengan empat ciri positif.


#2. Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan Menurut Maslow

Abraham H, Maslow berpendapat bahwa ada kebutuhan internal yang sangat mempengaruhi motivasi manusia dalam bekerja. Maslow berpendapat bahwa kebutuhan itu tersusun sebagai heirarki yang terdiri atas lima tingkatan kebutuhan. Teori ini lebih di kenal dengan sebutan teori heirarki kebutuhan, kebutuhan manusia menurut Maslow terdiri atas lima tingkatan, dimana sifatnya berjenjang.Jika kebutuhan pertama telah terpenuhi, orang akan berusaha mencapai pemenuhan kebutuhan kedua, dan demikian seterusnya. Adapun tingkat-tingkat kebutuhan menurut Maslow tersebut adalah:
Tingkat 5 : aktualisasi atau realisasi diri.
Tingkat 4 : rasa hormat.
Tingkat 3 : rasa disertakan, rasa cinta, dan aktivitas sosial.
Tingkat  2 : rasa aman.
Tingkat 1 : fisik atau biologik.


#3. Teori Motivasi Oleh Patton

Menurut patton motivasi merupakan fenomena kehidupan yang sangat kompleks, setiap individu mempunyai motivasi yang berbeda dan banyak jenisnya, motivasi menurut patton di pengaruhi oleh dua hal, yaitu individu itu sendiri, dan situasi yang dihadapinya. Dengan kata lain ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi manusia dalam bekerja, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal.


#4. Teori Motivasi Dua Faktor Oleh Herzberg

Teori dua faktor dikemukakan oleh federich harzberg, bernard mausner, dan barbara synderman. Mereka mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri, berdasarkan studi tersebut merumuskan teori yang disebut teori dua faktor. Teori ini juga di kenal dengan teori motivator-higienes. Berdasarkan penelitian telah dikemukakan dua kelompok faktor yang mempengaruhi seseorang dalam organisasi, yaitu ”motivasi”. Disebut bahwa motivasi yang sesungguhnya sebagai faktor sumber kepuasan kerja adalah prestasi, promosi, penghargaan dan tanggung jawab

#5. Teori Motivasi Berprestasi Oleh McClelland

Kebutuhan berprestasi merupakan motif yang secara kontras dapat dibedakan dengan kebutuhan lainnya, kebutuhan berafiliasi hampir sama atau dapat dibedakan sama dengan kebutuhan akan rasa disertakan cinta aktivitas sosial yang dikemukakan maslaw. Kebutuhan akan kekuasaan merupakan dorongan yang muncul dalam diri seseorang untuk duduk pada posisi paling dominan atau pengatur didalam kelompoknya.

#6. Teori Pengharapan

Teori pengharapan tentang motivasi di bangu atas pendekatan kognitif. Ada tiga konsep esensial yang mendasari motivasi manusia, yaitu pengharapan, nilai, dan perantara. Pengharapan adalah kepercayaan bahwa usaha seseorang akan membuahkan penampilan yang sukses. Dengan kata lain bahwa pengharapan adalah kepercayaan subjektif seseorang, biasanya berupa tndakan yang di ikiti oleh rasa positif yang tinggi terhadap produk yang di inginkan dan tujuan yang dikehendaki.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Teori Motivasi Argyris, Maslow, Patton, Herzbe
rg, McClelland, dan Pengharapan yang kami rnagkum dari beberapa literatur bacaan. semoga bermafaat dan terima kasih telah mengunjungi tipepedia.com

Teori Analisis Data Miles dan Huberman Lengkap dengan Pengertian dan Tahapan

Teori Miles dan Hubermen mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Ukuran kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. Aktivitas dalam analisis meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) serta Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing / verification). Berikut ini adalah tahap dalam analisis data menurut teori Miles dan Hubermen :

Teori Analisis Data Miles dan Hubermen Lengkap dengan Pengertian dan Tahapan

#1. Tahap Analisis atau Pengumpulan Data

Proses analisis pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai macam cara melalui waancara, pengamatan, observasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penelitian. Tahap analisis atau pengumpulan data ini bisa dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, mengumpulkan data, dan lain sebagainya. 

#2. Tahap Reduksi

Reduksi data merupakan proses berpikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan serta wawasan yang tinggi. Tahap mereduksi data, peneliti akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapai. Tahap ini  dilakukan dengan merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan polanya. Contohnya yaitu meringkaskan data kontak langsung dengan orang, kejadian dan situasi di lokasi penelitian, pengkodean, pembuatan catatan obyektif, membuat catatan reflektif, membuat catatan marginal, penyimpanan data, membuatan memo, menganalisis antarlokasi dan pembuatan ringkasan sementara antar lokasi.

#3. Tahap penyajian

Penyajian data dilakukan untuk memudahkan memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja selanjutnya. Pada penyajian data, data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks narasi dan tabel. Melalui penyajian data tersebut, data dapat tersusun dalam pola hubungan sehingga akan semakin mudah dipahami. Pada tahapan ini dikembangkan model-model seperti mendeskripsikan konteks dalam penelitian, cheklist matriks, mendeskripsikan perkembangan antar waktu, matriks tata peran, matriks konsep terklaster, matriks efek dan pengaruh, matriks dinamika lokasi dan daftar kejadian.

#4. Tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi data

Pada tahap ini dilakukan penarikan kesimpulan dari hasil penyajian data. Penelitian kualitatif biasanya kesimpulan mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak menjawab rumusan masalah. Kesimpulan awal yang dikemukakan dapat bersifat sementara jika masih mengalami perubahan saat pengumpulan data berikutnya dan dapat  bersifat kredibel jika sudah didukung bukti yang valid dan konsisten.
Kesimpulan hasil penelitian yang diambil dari hasil reduksi dan panyajian data adalah merupakan kesimpulan sementara. Kesimpulan sementara ini masih dapat berubah jika ditemukan bukti-bukti kuat lain pada saat proses verifikasi data di lapangan.

Demikian ulasan artikel kami tentang Teori Analisis Data Miles dan Hubermen Lengkap dengan Pengertian dan Tahapan yang kami rangkum dari beberapa sumber bacaan. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Teori Korelasi Rank Spearman Lengkap dengan Rumus Perhitungan

Pengertian Teori Korelasi Rank Spearman adalah suatu teori yang digunakan untuk menentukan kolerasi peringkat spearman antara dua faktor, atau dalam hal ini lebih tepat disebut variabel, maka peringkat harus nampak jelas dalam data. Sebagaimana kata peringkat menunjukkan, maka terhadap harga-harga data diberikan peringkat 1untuk data dengan nilai terbesar, sedangkan 2 untuk data dengan nilai terbesar berikutnya, dan begitu seterusnya hingga peringkat N utuk data dengan nilai paling kecil. Dalam bentuk data seperti ini, korelasi peringkat Spearman tetap berlaku.


Pendapat Ahli

Menurut. Djarwanto (2009), metode korelasi jenjang ini dikemukakan oleh Carl Speraman pada tahun 1904. Metode ini diperlukan untuk mengukur keeratan hubungan antara dua variabel di mana dua variabel itu tidak mempunyai joint normal distribution dan conditional variance tidak diketahui sama. Korelasi rank dipergunakan apabila pengukuran kuantitatif secara eksak tidak mungkin/sulit dilakukan. Misalnya: mengukur tingkat moral, tingkat kesenangan, tingkat motivasi. 

Korelasi ini mengatur derajad asosiasi antara dua faktor, unsur atau variabel tentu saja pemberian peringkat dilakukan terhadap kedua buah variabel, tersendiri-sendiri menurut data variabel yang bersangkutan. Jadi peringkat terhadap kedua variabel telah diberikan, maka langkah selanjutnya adalah menghitung selisih atau beda peringkat yang berpasangan.

Untuk menghitung rank correlation coefficient yang dinotasikan dengan rs, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

#1. Nilai pengamatan dua variabel yang akan diukur hubungannya diberi jenjang. Bila ada nilai pengamatan yang sama dihitung jenjang rata-ratanya.
#2. Setiap pasang jenjang dihitung perbedaannya.
#3. Perbedaan setiap pasang jenjang tersebut dikuadratkan dan dihitung jumlahnya.
#4. Nilai rs (koefsien korelasi Spearman)

Rumus Korelasi Rank Spearman


Keterangan :
di : menunjukkan perbedaan setiap pasang rank
n  : menunjukkan jumlah pasangan rank

Dengan n menyatakan banyak pasang data, harga-harga rs bergerak mulai dari paling kecil – 1 sampai dengan paling besar + 1, ≤  rs ≤ + 1. Harga + dicapai jika peringkat pasangan kedua variabel identik, sedangkan ­– 1 dicapai jika peringkat pasangan variabel bertentangan, yakni peringkat terbesar variabel yang satu berpasangan dengan peringkat terkecil variabel lain, peringkat terbesar keua variabel yang satu berpasangan dengan peringkat terkecil berikutnya variabel lain begitupun seterusnya. Jika terjadi pasangan peringkat seperti tersebut yang pertama, dikatakan bahwa kedua variabel berasosiasi positif , sedangkan dalam hal pasangan peringkat bentuk kedua, dikatakan bahwa kedua variabel berasosiasi negatif.

Demikian ulasan artikel kami tentang Teori Korelasi Rank Spearman Lengkap dengan Rumus Perhitungan yang kami kutip dari salah satu laporan praktikum metodologi penelitian di program study agribisnis fakultas pertanian universitas jember. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih. 


Daftar Pustaka

Djarwanto, PS. 2009. Statistic Nonparametrik. Yogyakarta: BPFE.

Contoh Masalah Sosial Lengkap dengan Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

Pengertian Masalah sosial adalah suatu keadaan yang sudah lazim keadaannya dalam sebauh masyarakat yang tidak di harapkan. Definisi lain dari masalah sosial yaitu adanya ketidak cocokan atau ketidak sesuaian suatu unsur yang ada di dalam suatu masyarakat yang akan dapat mempengaruhi suatu kehidupan sosial yang memiliki dampak negatif dan positif. Masalah sosial tersebut umumnya lahir akbibat dari adanya interaksi sosial yang mengakibatkan perubahan perubahan sosial.Oleh karena itu hendaknya kita sebagai penelitia untuk dapat mengetahui adanya masalah sosial yang ada dalam suatu masyarakat, kita harus mengetahui dinamika sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. 


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Masalah Sosial



#1. Faktor Ekonomi (Pengangguran, Kemiskinan, Dll)
Terdapat banyak permasalahan yang ditimbulkan akibat faktor ekonomi seperti angka pengangguran yang tinggi, Kemiskinan, dan lain sebagainya. permasalahan seperti pengangguran dan kemiskinan disebabkan oleh tingkat kualitas sdm yang rendah dan minimnya jumlah lapangan pekerjaan yang disediakan. faktaor ini dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan uatu negara serta faktor ekonomi sangat berpengaruh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi masalah sosial yang lainnya seperti faktor budaya, psikologis, dll.


#2. Faktor Biologis (Kesehatana, Kebersihan, dll)
Faktor biologis seoerti kesehatan dan kebersihan lingkung menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi masalah sosial yang ada dalam suatu masyarakat. Hal ini dikarenakan kesehatan dan kebersihan lah yang membuat kehidupan dalam masyarakat menjadi aman dan nyaman. jika misalnya kesehatan yang ada dalam satu masyarakat tersebut tidak terjaga dengan baik tentunya akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri.


#3. Faktor Budaya (Norma, Nilai, dll)
Faktor lain yang juga harus di perhatikan dalam bermasyarakat adalah faktor budaya. budaya sangat erat hubungannya dengan masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. masyarakat dalam kehidupannya memiliki peran masing-masing dalam kehidupannya yang perlu dijalankan dengan baik. ketika peran-peran tersebut tidak dijalankan dengan baik oleh masyarakat, maka akan memacu timbulnya suatu permasalahan sosial. soperti pernikahan di usia dini, kawin cerai, kenakalan remaja, dll.

#4. Faktor Psikologis (Mental, Batin, Perasaan, dll)
Faktor terakhir yang juga memiliki pengaruh dalam munculnya permasalahan sosial adalah faktor psikologis. Banyak permasalahan sosial yang muncul akibat dipengaruhi oleh faktor sosial seperti seseorang yang memiliki pekerjaan yang banyak dan merasa sangat lelah, lalu kemudian ada temannya datang mengganggu, dan akhirnya orang tersebut marah kepada temannya hingga timbul suatu perkelahian.


Contoh Masalah Sosial


#1. Kemiskinan 
Kemiskinan merupakan suatu kondisi masyarakat yang terjadi dengan ketidak mampuan mereka untuk mencukupi atau memenugi kebutuhan hidup yang mendasar seperti pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan tersebut di sebabkan oleh faktor ekonomi seperti sulitnya mendapatkan alat pemenuhan kebutuhan atau karna sulitnya untuk mendapatkan akses pendidikan dan pekerjaan.

#2. Pengangguran
Pengangguran adalah anggota masyarakat yang berada dalam kelompok angkatan kerja yang belum menemukan atau mendapatkan kesempatan kerja, namun mereka masih tetap mencari pekerjaan atau tidak mencari pekerjaan karena merasa putus asa. Pengangguran ini di pengaruihi oleh faktor ekonomi yaitu minimalnya jumlah lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah.

Demikian Ulasan artikel kami terkait dengan Contoh Masalah Sosial Lengkap dengan Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.