Tipepedia - Pendidikan dan Karir

Ketahui #6 Manfaat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

Puasa senin kamis dan manfaat tersendiri Jakarta dengan puasa puasa sunnah yang lainnya puasa ini lebih utama dilakukan kedua-duanya kata tetapi jika salah satu dari 2 hari ke 10 tidak sanggup untuk dilakukan, bukan berarti menggugurkan puasa yang satunya. sebab, banyak yang menyangka bahwa puasa Senin dan Kamis harus dilakukan dua - duanya, sehingga ketika telah berpuasa Senin dan Tertinggal Pada hari Kamis, ia berpikiran bahwa puasanya tidak sah.

Ketahui Manfaat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

Padahal puasa yang dilakukan tersebut tetap sah. Tetapi orang yang melakukannya tersebut belum Istiqomah. Istiqomah dalam melakukan ibadah merupakan salah satu yang sangat mendasar. sebab, dengan Istiqomah membuat pelakunya terkondisikan dalam melakukan ibadah puasa. akhirnya ia merasakan kenikmatan dan kelezatan dalam melakukan puasa senin kamis tersebut (Mendapatkan Hikmah Atas Puasanya).
Dengan demikian, melakukan puasa hari Senin maupun hanya hari Kamis tidak masalah. Akan tetapi jika hendak melakukan ibadah dengan penuh konsisten dan ketekunan, maka hari Senin dan dan kamis secara terus-menerus akan selalu dilakukan. dan jika seseorang telah mampu melakukan demikian, maka ia mempunyai nilai tersendiri bagi dirinya.

KEUTAMAAN DAN MANFAAT PUASA SENIN KAMIS

Keutamaan dan manfaat puasa Senin Kamis secara umum, puasa sunnah apapun yang dilakukan oleh seseorang dengan bukti selalu akan membuat pelakunya mendapatkan manfaat dan hikmah yang besar baik secara lahir maupun batin Sama halnya dengan puasa senin kamis terdapat banyak manfaat yang akan berdampak baik bagi pelakunya berikut adalah beberapa keutamaan puasa Senin Kamis:

#1  Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Banyak media untuk mendekatkan diri kepada Allah diantaranya adalah puasa senin kamis jika puasa ini dilakukan secara Istiqomah akan mengondisikan jiwa pelakunya menjadi tenang dan dijauhkan dari berbagai persoalan dalam kehidupan yang menyesakkan sebab hanya orang yang mempunyai hati yang bening yang bisa menjadi orang yang berhasil dalam berbagai hal yang ia lakukan dalam hidup dan diantara medianya adalah puasa Senin Kamis.

#2. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW


Tidak disangsikan atau diragukan lagi bahwa Rasulullah SAW selama hidupnya selalu melaksanakan puasa Senin dan Kamis. Ini berarti bukan hanya berdasarkan kemanfaatan yang akan diterima oleh pelakunya akan tetapi juga sebagai bukti bahwa dia mengikuti jejak beliau. Dan mengikuti jejak beliau hukumnya adalah sunnah.

#3. Terciptanya keluarga yang bahagia


Pada umumnya orang yang sering melakukan puasa Sunnah di harI  Senyum dan Tangis, maka orang tersebut secara otomatis memiliki kepribadian yang baik seperti penyabar penyayang dan penuh rasa Solidaritas terhadap sesama. Terciptanya keluarga yang bahagia, didasarkan atas kepribadian individu. Misalnya kepribadian kepala rumah tangga yang baik akan memberikan kebahagiaan kepada para anggota keluarg. Kepribadian yang baik dapat di latih salah satuny dengan puasa senin kamis.

#4. Terkabulnya Hajat Dunia dan Akhirat

Memang, hajat seseorang dikabulkan atau tidak, hanya allah swt yang mengetahui. Namun, semakin sering seseorang hamba memohon kepada tuhannya, maka permohonannya akan di dengarkan oleh tuhannya (dianggap serius dan layak). Puasa senin kamis merupakan media seorang hamba untuk berinteraksi (memohon hajat dunia akhirat) kepada allah swt.

#5. Hari senin dan kamis adalah hari yang mulya

Hari Senin merupakan hari dilahirkannya Rosululloh SAW dan diturunkan Wahyu Kepada beliau. sedangkan puasa hari Kamis adalah hari dimana amalan seorang hamba diangkat ke sisi Tuhan. dengan melakukan puasa hari Senin ini diharapkan setiap kita, selalu mengambil sifat dan mencontoh Rasulullah s a w dalam setiap perilakunya setiap hari. pada puasa hari Senin merupakan wujud kita untuk belajar banyak dari rosululloh saw.

#6. Memberikan Kesehatan Tubuh

Setiap puasa selalu mendatangkan kesehatan bagi pelakunya Begitu juga dengan puasa senin kamis. puasa senin kamis secara khusus berdampak pada Kesehatan sebagai berikut:
a. Saat yang tepat untuk mengistirahatkan pencernaan. sebab saat kita tidak berpuasa, alat pencernaan dalam tubuh bekerja sangat keras. sedangkan saat berpuasa alat pencernaan tersebut beristirahat.
b. Pembersihan tubuh dari racun dan kotoran. dengan puasa senin kamis berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita, sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen serta mengeluarkannya dari dalam tubuh.
c. Mencegah penyakit kelebihan gizi atau overnutrisi yang mengakibatkan kegemukan, yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes melitus), dan lain sebagainya.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Ketahui #6 Manfaat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog kami. 

Sumber : Hasan, Ali. 2013. Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa.Sabil; Yogyakarta.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Tata Cara dan Hadistnya

Disunnahkan puasa senin kamis mempunyai alasan dan fungsi tersendiri. Hari Senin merupakan hari dilahirkannya Rosululloh SAW dan diturunkan Wahyu Kepada beliau. sedangkan puasa hari Kamis adalah hari dimana amalan seorang hamba diangkat ke sisi Tuhan.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Tata cara dan Hadistnya


NIAT PUASA SENIN KAMIS

Niat Puasa Pada Hari Senin dalam Bahasa Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Jika anda merasa kesusahan membacanya, anda bisa membaca tulisan latinnya : "Nawaitu Sauma Yaumal Itsnaini Sunnatan Lillahi Tana’ala"

Arti terjemah Niat Puasa hari Senin
Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala. 
Niat Puasa Pada Hari Kamis dalam Bahasa Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى


Jika anda merasa kesusahan membacanya, anda bisa membaca tulisan latinnya : "Nawaitu Sauma Yaumal Khomiisi Sunnatan Lillahi Taa’ala"

Arti Terjemah dari Niat Puasa hari Kamis
Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.
Setiap ibadah mempunyai banyak rahasia yang tersimpan di dalamnya. Tak satupun ibadah yang tak mempunyai dampak baik dan manfaat bagi pelakunya. Begitu juga dengan puasa Senin Kamis, terdapat banyak rahasia yang tersimpan di dalamnya. dan hanya orang-orang yang melakukannya dengan baik yang bisa merasakan manfaat tersebut. Sedangkan orang yang mendengarkannya hanya mendapat informasi saja dan tidak pernah merasakan kenikmatan yang sebenarnya.
Puasa senin kamis termasuk amalan Ibadah sunnah bagi umat Islam yang hendak mengerjakannya. amalan puasa ini merupakan amalan yang sering dilakukan oleh Rasulullah s a w. artinya suatu ibadah yang dilakukan dan diamalkan oleh Rasulullah s a w, pasti didalamnya terdapat banyak keutamaan, seperti halnya puasa sunnah yang lainnya yang juga banyak mengandung keutamaan. 

Disunnahkan puasa senin kamis mempunyai alasan dan fungsi tersendiri. hari Senin merupakan hari dilahirkannya Rasulullah  saw, dan diturunkannya wahyu kepada beliau. dengan melakukan puasa hari Senin ini diharapkan setiap kita, selalu mengambil sifat dan mencontoh Rasulullah s a w dalam setiap perilakunya setiap hari. pada puasa hari Senin merupakan wujud kita untuk belajar banyak dari rosululloh s a w.

TATA CARA MELAKUKAN DAN HADIST PUASA SENIN KAMIS

Adapun tata cara melakukan puasa senin kamis adalah seperti puasa sunnah pada umumnya. Tetapi harus diniatkan sendiri sendiri dan tidak boleh berniat untuk 2 puasa tersebut dengan demikian seseorang yang hendak melakukan puasa senin kamis harus menyendiri kan niatnya jika hendak melakukan puasa hari Senin maka minyaknya pun juga niat puasa hari Senin Begitu juga dengan puasa hari Kamis.

Puasa senin kamis mempunyai alasan tersendiri. Puasa ini berdiri sendiri dan harus dilakukan secara tersendiri juga. hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, yang menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
Amal selalu diangkat pada hari Senin dan Kamis maka aku menyukai saat amalku diangkat aku dalam keadaan berpuasa (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Sedangkan puasa hari Senin dimaksudkan untuk menyambut kelahiran Rasulullah s a w Bagaimana beliau melakukannya hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim yang menjelaskan bahwa Rosululloh SAW bersabda
Hari itu Senin aku dilahirkan pada hari itu pula Wahyu aku diturunkan kepadaku (HR. muslim)
Karena ini merupakan puasa sunnah, maka rosulullah saw, tidak mensyaratkan harus dilakukan kedua-duanya. Dengan demikian, seseorang boleh melakukan puasa pada hari senin saja, atau pada hari kamis saja, tergantung pada orang yang hendak melakukannya. Akan tetapi, yang lebih baik jika keduanya dilakukan secara istiqomah.

Tentunya yang menjadi alasan dalam melakukan amalan sunnah puasa senin kamis adalah semata - mata untuk mengikuti sunnah rasulullah saw. tentang hal ini, aisyah berkata :
Rasulullah saw, biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis. (HR Ibnu Majah, Tirmidzi, dan Nasa'i)
dan masih banyak lagi hadits yang menjelaskan tentang keutamaan puasa senin kamis secara khusus, dan puasa - puasa sunnah. untuk lebih lengkapnya kami akan bahas pada kesempatan selanjutnya. 

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Tata cara dan Hadistnya yang kami bahas pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung. 

Sumber : Hasan, Ali. 2013. Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa.Sabil; Yogyakarta.

PUASA (Pengertian, Yang Membatalkan, Macam, Rukun, Syarat Wajib, dan Lainnya) Lengkap

Pengertian puasa secara bahasa adalah mengandung pengertian imsak (menahan diri). Sedangkan pengertian puasa menurut syara' adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dalam waktu dan cara yang telah ditunjukkan oleh syar'i.   Sedangkan pengertian puasa menurut para ahli (pandangan ulama sufi), puasa tidak hanya mempunyai makna menahan diri dari hal yang membatalkan puasa yang sifatnya lahiriyah, tetapi juga menahan diri dari sesuatu yang sifatnya batiniah, yakni apapun yang mengganggu kebersihan hati untuk mencapai kecintaan Allah SWT. 

PUASA (Pengertian, Yang Membatalkan, Manfaat, Hikmah, Syarat Wajib, dan Lainnya) Lengkap

HAL - HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

Segala hal yang membatalkan puasa ini berlaku untuk semua macam puasa, baik puasa wajib maupun sunnah. Berikut adalah beberapa hal yang membatalkan puasa:

#1. Makan dan Minum yang di Sengaja

Seluruh ulama sepakat bahwa makan dan minum merupakan sebab dari batalnya puasa. Adapun yang dimaksud makan dan minum disini adalah seseorang yang sengaja memasukkan apapun kedalam perut melalui mulut (atau lainnya) dalam keadaan berpuasa.
Apapun yang di masukkan kedalam mulut, baik bermanfaat atau tidak, seperti nasi, bahkan sesuatu yang membahayakan atau di haramkan seperti minuman kers, kemudian di telan hingga masuk ke perut, maka itu membatalkan puasa. Tetapi, jika dalam keadaan lupa, maka orang tersebut tidak batal. Hal ini berdasarkan hadits yang di riwayatkan oleh abu hurairah bahwa nabi muhammad s.a.w bersabda :
Apabila seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah tetap menyempurnakan puasanya, karena allah telah memberikan makan dan minum - H.R. Bukhari Muslim
begitu juga, termasuk dalam kategoru makan dan minum adalah injeksi makanan melalui infus. jika seseorang diinfus dalam keadaan berpuasa, maka puasanya menjadi batal. Sebab, injeksi semacam ini sama dengan makan dan minum yang dapat menambah energi.

#2. Muntah dengan di Sengaja

Di riwayatkan dari abu hurairah bahwa nabi muhammad s.a.w bersabda bahwa :
Barang siapa dipaksa muntah, sedankan ia dalam keadaan berpuasa maka tidak ada qadha' baginya. Apabila dia muntah (dengan sengaja) maka wajib baginya membayar qadha' "- H.R. Bukhari dan Muslim.
Hadits tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang dengan sengaja membuat dirinya muntah, maka puasanya menjadi batal, dan ia wajib men-qadha' puasa yang batal itu di lain waktu. Berbeda halnya jika muntah tanpa adanya unsur kesengajaan, atau dalam kondisi di paksa muntah oleh seseorang. 

#3. Keluar darah haid dan nifas

Menurut kesepakatan para ulama, seorang wanita yang mengalami haid atau nifas saat berpuasa, baik di awal atau di akhir hari puasa (pagi atau Menjelang magrib), maka puasanya batal. Jika ia tetap berpuasa, maka puasanya tidaklah sah. dalam hal ini terdapat keterangan hadits dari Abu Sa'id al-khudri, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:
"Bukankah kalau wanita tersebut haid, dia tidak shalat dan tidak menunaikan puasa?" para wanita menjawab, "betul" lalu Beliau bersabda "itulah kekurangan agama wanita".
Maka dari itu, seorang wanita yang berada dalam keadaan haid dan nifas, harus menunggu sampai ia Suci untuk kembali lagi melaksanakan puasa, serta ia juga harus meng - qadha puasanya di hari lainnya jenis puasa wajib.

#4. Keluarnya sperma disengaja

Keluar sperma disengaja termasuk salah satu hal yang membatalkan puasa. artinya, sperma tersebut dikeluarkan dengan sengaja tanpa berhubungan intim, seperti onani, masturbasi, atau hal lain yang bisa menyebabkan keluarnya sperma. demikian juga, jika seseorang mencium istri dan keluar mani maka puasanya juga batal.

#5. Berhubungan intim di siang hari

Berhubungan intim di siang hari Pada bulan Ramadhan atau puasa sunah dapat membatalkan puasa meskipun dilakukan dengan pasangan yang sah suami istri seseorang yang batal puasanya karena berhubungan intim di siang hari maka wajib baginya mengganti puasa tersebut di hari yang lain serta wajib pula membayar kafarat penjelasan mengenai kafarat akan diterangkan dalam artikel yang lain tersendiri.Nah itulah lima hal yang dapat membatalkan puasa baik itu puasa sunah maupun puasa wajib.
Namun masih terdapat  5 hal yang dapat membatalkan puasa yang lain seperti murtad, gila, dan lain sebagainya yang kami belum sematkan dalam artikel Pada kesempatan kali ini. Hal tersebut dikarenakan kekurangan literatur yang kami miliki.

SYARAT WAJIB PUASA

pengertian syarat wajib adalah suatu hal yangharus dilakukan sebelum melakukan sesuatu (puasa). Dengan demikian orang yang melakukan puasa. berikut adalah beberapa syarat wajib berpuasa:

#1. Islam

Seseorang yang hendak melakukan puasa harus terlebih dahulu beragama Islam dengan cara membaca kalimat syahadat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan. Artinya orang yang berpuasa, Tetapi dia bukan tergolong orang muslim, maka puasanya tidak wajib. dengan demikian Islam merupakan pintu masuk untuk melaksanakan ibadah puasa.

#2.Berakal

Berakal Artinya orang yang hendak melakukan puasa harus berada dalam keadaan bisa memfungsikan akalnya dengan sadar. Oleh karena itu seseorang yang dalam keadaan gila, secara langsung tidak diwajibkan melaksanakan ibadah puasa. sebab syarat wajib puasa harus berakal.

#3. Baligh

Baligh adalah batasan seorang lelaki maupun perempuan telah dikenakan kewajiban untuk melaksanakan semua yang diperintahkan oleh Allah SWT, dan mencegah segala yang dilarang nya. bagi laki-laki, baligh biasanya ditandai dengan keluarnya seperma karena bermimpi. sedangkan bagi perempuan, keadaan Baligh ditandai dengan datang bulan (menstruasi) dengan demikian puasa tidak wajib bagi anak kecil yang belum baligh.

#4. Mampu Melaksanakan

Puasa hanya diwajibkan bagi orang yang mampu melaksanakannya. Kata mampu disini bukan diukur berdasarkan kecenderungan seseorang, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi atau fisik. misalnya seseorang tidak mampu berpuasa karena sakit, sudah tua Renta, dalam perjalanan yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, dan keadaan lainnya yang dibolehkan oleh syara'. Sedangkan seseorang yang segar bugar dan tidak ada alasan yang dibenarkan oleh syara' untuk berbuka, kemudian beralasan tidak mampu berpuasa, tentu saja alasan tersebut tidak dibenarkan dalam syara'. bahkan itu serupa dengan upaya menipu dirinya sendiri dalam hal menjalankan ibadah.

#5. Menetap

Ini sebagai bentuk kemurahan dalam Islam. seseorang yang sedang dalam perjalanan (kepergian) atau tidak menetap, dia tidak diwajibkan untuk berpuasa akan tetapi ia wajib menggantinya di lain waktu.
poin pertama sampai poin ketiga tersebut merupakan syarat wajib untuk segala jenis puasa puasa wajib maupun puasa sunnah sedangkan khusus puasa sunnah point keempat dan kelima secara langsung tidak berlaku karena alasan senang dan tidak adanya kewajiban untuk menggantinya.

SYARAT SAH PUASA

pengertian syarat sah puasa adalah suatu yang wajib dipenuhi agar sebuah pekerjaan bisa dikategorikan sah, benar, atau diterima menurut syara'.  Syarat sah ini juga harus dilakukan sebelum melaksanakan sesuatu (puasa). dalam hal ini seseorang tidak sah melaksanakan puasa, baik sunnah maupun wajib, jika tidak memenuhi kriteria atau sifat yang ada didalamnya. berikut adalah syarat-syarat sahnya puasa:

#1. Niat

Apapun pekerjaan harus selalu dilandasi dengan niat. Begitu juga dengan puasa. Niat bertujuan membedakan pekerjaan yang satu dengan yang lain (sunnah atau wajib) serta untuk menjelaskan sebuah pekerjaan tertentu. dengan niat seseorang bisa membedakan antara sedang melaksanakan puasa wajib, sunah, atau puasa dengan tujuan yang lainnya. (Baca Juga : Bacaan NIAT PUASA Senin Kamis, Rajab, Ramadhan, Arafah, Syawal, dan Qadha [Lengkap] )

#2. Suci dari haid dan nifas 

Suci dari haid dan nifas maksudnya adalah tidak dalam keadaan haid dan nifas. dengan kata lain seorang wanita yang sedang haid maupun nifas, puasanya tidak sah. sebab salah satu dari syarat puasa seorang wanita dapat dikatakan sah, bila yang bersangkutan suci dari haid dan nifas.

#3. Tidak ada sesuatu yang membatalkan puasa 

Syarat sah puasa berikutnya adalah tidak ada sesuatu yang dapat membatalkan puasa. seseorang yang berpuasa dan menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa, maka puasanya tergolong sah. sebaliknya seseorang yang berpuasa kemudian makan dan minum di siang hari, maka hukum puasa tersebut batal. contoh lainnya yang membatalkan puasa adalah datang bulan di siang hari saat sedang berpuasa.

#4. Dilaksanakan pada waktunya

Dilaksanakan pada waktunya berarti seseorang harus berpuasa tepat pada waktunya. misalnya seseorang yang puasa ramadhan harus dilakukan pada bulan Ramadan. Demikian juga dengan waktu melaksanakan, yaitu di siang hari sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. dengan demikian dapat dipahami bahwa seseorang yang melakukan puasa pada malam hari hukumnya tidak sah.


MACAM - MACAM PUASA

puasa itu sendiri hanya terdiri atas dua macam, yakni puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib adalah puasa yang di wajibkan oleh syariat dan harus di lakukan oleh seluruh umat islam. Sedangkan puasa sunnah adalah puasa yang tidak di wajibkan oleh syariat namun apabila dilakukan akan mendapatkan kesunnahan (mendapat pahala). Macam - macam puasa wajib dan puasa sunnah adalah seperti di bawah ini :

#1. Puasa Wajib :

Puasa Ramdhan
Puasa Nadzar
Puasa Kafarat

#2. Puasa Sunnah :

Puasa senin kamis
Puasa daud
Puasa arofah
Puasa muharom
Puasa sya'ban
Puasa syawal
Puasa dzulhijjah
Puasa assyuro
Puasa 3 hari setiap bulan


RUKUN PUASA


Secara umum, rukun merupakan sesuatu yang harus ada dan dilakukan secara bersamaan dengan sesuatu yang lain. dalam hal ini, rukun puasa berarti sesuatu yang yang harus dilakukan secara bersamaan dengan puasa. dengan demikian rukun puasa adalah niat dan menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar (yaitu Fajar Shodiq) hingga terbenamnya matahari (maghrib).

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan PUASA (Pengertian, Yang Membatalkan, Macam, Rukun, Syarat Wajib, dan Lainnya) Lengkap. Semoga bermanfaat bagi tugas makalah anda, dan terima kasih telah berkunjung. 

Bacaan NIAT PUASA Senin Kamis, Rajab, Ramadhan, Arafah, Syawal, dan Qadha [Lengkap]

Bacaan NIAT PUASA Senin Kamis, Rajab, Ramadhan, Arafah, Syawal, dan Qadha [Lengkap] - Puasa memang ibadah langsung seorang hamba dengan Tuhannya, tetapi manfaatnya dapat dilakukan langsung oleh pelakunya. Banyak manfaat luar biasa dibalik puasa yang dapat dirasakan di dunia, mulai dari kesehatan kebahagiaan maupun untuk kesejahteraan hidup.

Bacaan NIAT PUASA Senin Kamis, Rajab, Ramadhan, Arafah, Syawal, dan Qadha [Lengkap]

Puasa yang baik dan benar tentu bukan hanya menahan lapar dan haus. ada "aturan main" yang harus dipatuhi, ada anjuran yang sebaiknya dilakukan, ada larangan yang harus ditinggalkan, atau juga hal-hal yang sejatinya tidak membatalkan puasa tetapi bisa menghapus pahala dan manfaat puasa yang anda lakukan.

Jika anda menginginkan puasa yang sempurna demi mendapatkan pahala yang dan manfaat yang sebesar-besarnya, salah satunya adalah niat yang benar. artikel ini layak Anda jadikan sebagai pedoman pedoman. artikel ini sengaja disajikan untuk membantu anda meraih kesempurnaan puasa baik itu puasa wajib maupun puasa sunnah, khusus yang membahas tentang niat puasa.

Apapun pekerjaan harus selalu dilandasi dengan niat yang baik, begitu juga dengan puasa. Niat bertujuan membedakan pekerjaan yang satu dengan yang lain (sunnah atau wajib), serta untuk menjelaskan sebuah pekerjaan tertentu. dengan niat, seseorang bisa membedakan antara sedang melaksanakan puasa wajib, sunnah atau tujuan yang lainnya. Oleh karena itu, Pada kesempatan kali ini penulis akan memberikan penjelasan dan menunjukkan Bagaimana Niat Dari puasa wajib dan sunnah lengkap dengan latin dan terjemahnya.

#1. NIAT PUASA SENIN KAMIS

Niat Puasa Pada Hari Senin


نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Latin dari Niat Puasa Senin : "Nawaitu Sauma Yaumal Itsnaini Sunnatan Lillahi Tana’ala"

Terjemah Niat Puasa Senin Kamis
Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala. 

Niat Puasa Pada Hari Kamis


نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Latin dari Niat Puasa Kamis : "Nawaitu Sauma Yaumal Khomiisi Sunnatan Lillahi Taa’ala"

Terjemah dari Niat Puasa Kamis
Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.

#2. NIAT PUASA RAJAB


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى 

Bacaan Latin dari Niat Puasa Rajab : "Nawaitu Shouma Ghodin Fii Syahri Rajabi Sunnatan Lillaahi Ta'aalaa"

Terjemah dari Niat Puasa Rajab
Saya Niat Puasa Esok Hari Di Bulan Rajab Sunah Karena Allah Ta'ala

#3. NIAT PUASA RAMADHAN



نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Latin dari Niat Puasa Ramadhan : "Nawaitu Shauma Ghodin 'An Adaa'i Fardhi Syahri Romadhoona Haadzihis Sanati Lillahi Ta'ala"

Terjemah Niat Puasa Ramadahan :
Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala

#4. NIAT PUASA ARAFAH


نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةََ سُنةً لله تَعَالَىَ

Bacaan Latin dari Niat Puasa Arafah: "Nawaitu shauma arafah, sunnatal lillahi ta'ala"

Terjemahan Niat Puasa arafah:
Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta'ala

#5. NIAT PUASA TARWIYAH


نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْويَةً سُنةً لله تَعَالَى 

Bacaan Latin dari Niat Puasa Tarwiyah: "Nawaitu shauma tarwiyah, sunnatal lillahi ta'ala"

Terjemahan dari Niat Puasa Tarwiyah: 
Saya niat puasa tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala 

#6. NIAT PUASA SYAWAL


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي

Bacaan Latin dari Niat Puasa Syawal; "Nawaitu Shouma Ghodin 'Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta'alaa"

Terjemahan dari Niat Puasa Syawal
Saya niat berpuasa sunnah enam haru bulan Syawal karena Allah

#7. NIAT PUASA QADHA (GANTI) PUASA FARDU RAMADHAN


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى 

Bacaan Latin dari Niat Puasa Qadha : "Nawaitu Shouma Ghodin 'An Qadaa'in Fardho Romadhoona Lillahi Ta'alaa"

Terjemahan dari Niat Puasa Qadha:
Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala
Seperti halnya kegiatan baik lainnya puasa juga harus dilakukan dengan niat yang baik terlebih dahulu. Kata ada niat yang diucapkan dengan lafal bahasa Arab yang seperti telah disyariatkan oleh agama Islam. namun juga terdapat puasa dalam syariat islam tidak di jelaskan bagai mana pelafalan niatnya seperti puasa senin kamis dan lain sebagainy. Akan tetapi, Niat dapat dilakukan dengan lafal atau bahasa apa saja, yang penting niat itu dilakukan dan di tujukan untuk melakukan puasa yang ingin kita lakukan, Seperti puasa senin kamis.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan  Bacaan NIAT PUASA Senin Kamis, Rajab, Ramadhan, Arafah, Syawal, dan Qadha [Lengkap] yang kami rangkum dari berbagai macam sumber. Terima kasih dan semoga bermanfaat bagi ibadah anda.

Penjelasan Rukun Iman Ada 6 dan Rukun Islam Ada 5 [LENGKAP]

Pengertian Rukun iman ada 6 dan rukun Islam ada 5 adalah dasar dari ajaran Islam yang harus dipahami dan diamalkan oleh umat yang beragama Islam (Muslim). Mengapa kita perlu mempelajari rukun iman yang ada 6 dan rukun Islam yang ada lima? Islam adalah agama samawi yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW, yang menjelaskan bahwa tiada Tuhan selain Allah yang patut untuk di sembah, dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang beliau utus di muka bumi untuk berdakwah. sedangkan iman adalah kepercayaan yang berwujud pernyataan yang diungkapkan dengan lidah, dilandasi dengan keyakinan dalam hati disertai perbuatan dengan ikhlas dan jujur dalam menjalankan perintah allah dan rosul-nya. 

Penjelasan Rukun Iman Ada 6 dan Rukun Islam Ada 5 [LENGKAP]

Hukum untuk mempelajari rukun iman dan rukun Islam adalah wajib bagi umat muslim. Dengan mempelajari 2 pilar agama tersebut, umat muslim akan memahami esensi dari agama Islam. Pada kesempatan kali ini kami akan coba untuk memberikan penjelasan terkait dengan rukun iman yang ada 6 dan rukun Islam yang ada 5 yang kami rangkum dari berbagai macam literatur.

RUKUN IMAN ADA 6

Rukun iman merupakan hal-hal yang wajib diimani oleh umat muslim yang jumlahnya ada 6 perkara yang disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Muslim, yaitu 1) beriman kepada Allah, 2) beriman kepada malaikat malaikatnya, 3) beriman kepada kitab-kitabnya, 4) beriman kepada rasul-rasul-nya, 5) beriman kepada hari akhir, dan 6) beriman kepada ketentuan Allah. aplikasi keimanan tersebut dapat diuraikan seperti di bawah ini:

#1. Iman Kepada Allah

Penjelasan rukun iman kepada Allah, Ajaran ketuhanan Islam bersifat Absolut monoteisme atau keesaan Tuhan yang mutlak atau disebut Allah yang Maha Esa tidak ada Tuhan selain Allah Allah harus diakui 1 atau tunggal tidak mungkin berbilang tidak di gas tidak 4 atau lebih dan seterusnya tidak mungkin ada dua atau lebih Tuhan bersamaan menguasai alam semesta ini. Keimanan yang pertama ini, anda adalah pondasi umat muslim dalam belajar agama Islam.

#2. Iman kepada malaikat-malaikat Allah

Penjelasan rukun iman kepada malaikat-malaikat Allah, malaikat Allah adalah makhluk Allah yang tanpa jasad hanya terdiri dari wujud rohani semata eksistensi malaikat wajib diimani oleh umat Islam. Jumlah malaikat Allah ada banyak puluhan bahkan ratusan lebih malaikat yang mengabdi kepada Allah, namun terdapat 10 nama malaikat Allah yang umumnya harus diketahui oleh umat Islam, yaitu  Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Rokib, Atid, Malik, dan Ridwan.

#3. Iman kepada kitab-kitab Allah

Penjelasan rukun iman kepada kitab-kitab Allah.  Kitab Allah merupakan Wahyu yang diturunkan langsung oleh Allah melalui Malaikat Jibril yang ditujukan kepada Utusan utusan Allah di muka bumi ini.  Kitab Allah yang wajib diimani oleh umat Islam ada 4 yaitu 1) Taurat diturunkan oleh Nabi Musa As, 2) Zabur diwahyukan kepada Nabi Daud AS, 3) Injil diturunkan kepada Nabi Isa As, 4) dan Alquran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.

#4. Iman kepada rasul-rasul

Penjelasan rukun iman kepada rasul-rasul Allah. Merupakan seseorang yang mendapat Wahyu langsung dari Allah SWT dengan suatu syariat dia diperintahkan untuk mengamalkannya dan menyampaikan kepada umatnya. Nama-nama Rasul Allah yang wajib diimani berjumlah 25 orang yaitu, Adam, Idris, Nuh, Luth, Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya'kub, Yusuf, Syuaib, Musa, Harun, Daud, Sulaiman, Hut, Ilyas, Ilyasa, Ayyub, Saleh, dzulkifli, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, dan Muhammad.

#5. Iman kepada hari akhir

Penjelasan rukun iman ke-5 (Hari Akhir).  Hari akhir adalah kehidupan setelah dibangkitkan kembali dari kematian. Hari akhir itu sendiri terbagi dalam beberapa babak kejadian. pertama alam kubur, kedua alam mahsyar (tempat dikumpulkan setelah dibangkitkan); Lalu ada hari pertimbangan (Yahmun Mizan); hari perhitungan (yaumul hisab) dan akhirnya Hari pembalasan (yaumul jaza'). Setiap orang dengan segala bebannya meniti sirotol mustaqim untuk di tiba di neraka atau tiba di surga.

#6. Iman kepada Qada dan Qadar ( ketentuan Allah)

Penjelasan tentang iman kepada Qada dan Qadar (ketentuan Allah). Ketentuan Allah dapat berupa ketentuan yang baik maupun ketentuan yang buruk bagi umat manusia hendaknya manusia tetap selalu husnudzon atau positif thinking atau sangka baik terhadap ketentuan Allah ini apapun yang menimpa manusia pasti ada hikmah yang terkandung di balik peristiwa tersebut. Ciri-ciri orang yang mengimani qada dan qadar atau ketentuan-ketentuan yang diberikan oleh Allah kepadanya adalah sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh.

RUKUN ISLAM ADA 5

Rukun Islam adalah pilar dasar ibadah yang harus dilakukan oleh  seseorang yang beragama Islam. Rukun Islam itu sendiri sifatnya adalah wajib dan harus dilakukan oleh umat Islam.  Rukun islam itu sendiri jumlahnya ada 5 perkara yang disebutkan dalam sebuah hadits riwayat imam Muslim yaitu 1) syahadat, 2) shalat, 3) zakat, 4) puasa, dan 5) haji. Penjelasan terkait dengan rukun islam ada 5 seperti di bawah ini:

#1. Syahadat

Pengertian syahadat adalah penyaksian seseorang bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diucapkan dengan menggunakan lisan dan kemudian orang tersebut membenarkannya dengan hati dan lalu mengamalkan melalui perbuatan. Tidak bermanfaat Ketika seseorang tersebut hanya mengucapkan penyaksian kepada Allah dan nabinya namun tidak membenarkan dengan hati dan tidak mengamalkan melalui perbuatan. Kalimat syahadat itu sendiri adalah sebagai berikut:

اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمد رسول الله

Artinya : Saya bersaksi tiada tuhan selain allah, dan saya bersaksi sesungguhnya nabi muhammad adalah utusan allah

#2. Sholat

Pengertian sholat adalah syariat allah yang menjadi sarana untuk berinteraksi seorang muslim dengan allah dimanapun dia sholat dan berdoa untuk memohon pertolongan dan ridhlonya. Sholat dalam syariat islam terbagi menjadi dua yaitu sholat wajib dan sholat sunnah. Sholat wajib adalah sholat yang harus di lakukan oleh seseorang yang jumlahnya ada 5 waktu, yaitu shubuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan isya. Sedangkan pengertian sholat sunnah adalah sholat yang ketika dilakukan akan menambah keimanannya yang jumlahnya ada banyak diantaranya seperti sholat dhuha, tahajud, hajat, tobat, dan lain sebagainya.

#3. Zakat

Pengertian zakat adalah syariat allah yang kedua yang berupa ibadah mengeluarkan jumlah harta tertentu yang kemudian diberikan kepada para golongan yang berhak menerimanya seperti fakir miskin, ibnu sabil, dan lain sebagainya. Jumlah besarnya zakat ditentukan berdasarkan ketentuan syariah. Seperti contoh Kadar zakat pada emas, perak dan barang-barang dagangan, maka jumlah nilai yang harus di keluarkan adalah 2,5 % setiap tahunnya. 

#4. Puasa

Pengertian adalah tindakan wajib bagi kaum muslim untuk menahan diri dari makanan, minuman, dan dari segala hal yang dapat membatalkan puasa pada waktu dan periode yang telah ditentukan oleh syariat islam. Ibadah puasa wajib di lakukan pada bulan ramadhan selama satu bulan penuh dan di akhiri dengan hari raya yang di sebut dengan hari raya idul fitri.

#5. Haji

Rukun islam yang terkhir adalah haji. Pengertian haji adalah syariat islam yang berupa ibadah kepada Allah SWT dengan ruh, badan, dan harta yang di miliki. Kegiatan ibadah ini di wajibkan bagi kaum muslimin yang mampu baik secara finansial dan lain sebagainya. Watu pelaksanaan ibadah haji adalah 8 sampai dengan 10 Zulhijah bertempat di Arab Saudi. Waktu - waktu pelaksanaan haji seluruh dunia umumnya disebuat dengan musim haji.
Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Penjelasan Rukun Iman Ada 6 dan Rukun Islam Ada 5 [LENGKAP] yang kami rangkum dari berbagai macam literatur yang kami miliki. Semoga bermanfaat bagi keimanan dan pengetahuan anda tentang islam. Terima kasih telah berkunjung.

Pengertian Iman Lengkap dengan Wujud Dari Iman

Kebanyakan orang yang menyatakan bahwa kata iman berasal dari kata kerja amina-ya'munu-amanan, yang berarti percaya. Oleh karena itu, pengertian iman adalah percaya menunjuk sikap batin yang terletak dalam hati. Akibatnya, orang yang percaya atau iman kepada allah dan selainnya seperti yang ada dalam rukun iman, walaupun dalam sikap kesehariannya tidak mencerminkan ketaatan atau kepatutan (taqwa) kepada yang telah dipercayainya, masih disebut orang yang beriman, Hal itu disebabkan karena adanya keyakinan mereka bahwa yang tahu urusan hati manusia adalah allah dan dengnan membaca dua kalimah syahadat telah menjadi islam. 

Pengertian Iman Lengkap dengan Wujud Dari Iman

Definisi iman secara harfiah, Iman diartikan dengan rasa aman (al-amanah, yakni kesejahteraan dan kesentosaan) dan kepercayaan (al-amanah, yakni keadaan bisa dipercaya atau diandalkan). Orang yang beriman, berarti jiwanya merasa tenang dan sikapnya penuh keyakinan dalam menghadapi semua problem hidup. rasa aman dan keyakinan itu diperoleh dari kepercayaannya terhadap suatu yang ghaib, yang memiliki kekuatan dan kekuasaan yang melebihi dirinya dan dianggap mampu mengendalikan dan mempengaruhi kehidupan jiwa manusia.  Iman tidak hanya sekedar diartikan percaya akan adanya Tuhan. Kalau pengertian iman hanya sebagai percaya tanpa konsekuensi yang nyata sudah tidak bermakna percaya atau menaruh kepercayaan kepada Allah terkandung pengertian sikap atau pandangan hidup yang penuh kepasrahan diri kepada Allah. Salah satu wujud iman adalah sikap hidup yang memandang Allah sebagai tempat bersandar.

Baca Juga yang di bawah ini
Memahami Pentingnya Agama Bagi Kehidupan Manusia Sehari - Hari
Hakikat Manusia Menurut Islam dan teori
Agama Sebagai Sumber Moral Bagi Kehidupan Manusia

Dalam surat Al-Baqarah ayat 161 dikatakan bahwa orang yang beriman adalah orang yang amat sangat cinta kepada Allah. Oleh karena itu beriman kepada Allah berarti amat sangat rindu terhadap ajaran Allah yaitu al-qur'an menurut sunnah Rasul hal itu karena apa yang dikehendaki Allah menjadi kehendak orang yang beriman, sehingga dapat menimbulkan untuk mengorbankan segalanya dan kalau perlu mempertaruhkan nyawa.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan Ibnu Majah, Iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, diwujudkan dengan amal perbuatan. dengan demikian iman lupakan kesatuan dan keselarasan antara hati, ucapan, dan tingkah laku, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.

Pengertian iman secara terminologi dapat dilihat pada hadits Nabi sawi  yang diriwayatkan oleh imam muslim yakni iman adalah percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-nya kitab-kitab-nya rasul-rasul-nya dan hari kemudian itu percaya kepada Qada dan Qadar. Pengertian iman adalah suatu kekuatan yang ada dalam diri manusia tidak mudah untuk diketahui secara pasti tentang keadaan yang sebenarnya karena tidak mudah untuk dilihat dan dianalogikan. Iman hanya dapat diketahui dari gejala lahiriyah yang nampak padat prilaku lahiriyah seseorang, tanpa dapat diketahui keadaan sebenarnya.


WUJUD IMAN

Akidah islah Dalam al-qur'an disebut dengan iman. Bukan hanya berarti percaya, melainkan yakin yang mendorong seorang muslim untuk berbuat. Oleh karena itu lapangan iman sangat luas bahkan mencakup segala sesuatu yang dilakukan seorang muslim yang di sebut dengan amal shaleh. 

Iman hendaknya berwujud pernyataan dengan lidah, dilandasi dengan keyakinan dalam hati disertai perbuatan dengan ikhlas dan jujur dalam menjalankan perintah allah dan rosul-nya. Ada beberapa pendapat para ahli yang berkaitan dengan wujud iman dalam diri seseorang (Yusran Asmuni, 1996):

1. Iman adalah tashdiq (membenarkan diri dalam hati) tentang wujud Allah. menurut pendapat ini Imam semata-mata urusan hati, bukan terlihat dari luar. jika seseorang sudah tashdiq, membenarkan dan meyakini akan adanya Allah, maka dia sudah beriman, sekalipun perbuatannya tidak sesuai dengan tuntunan ajaran agama.

2. Iman itu tashdiq di dalam hati dan diikrarkan dengan lidah. dengan kata lain seseorang bisa disebut beriman jika dia mempercayai didalam hatinya akan eksistensi Allah dan mengikrarkan kepercayaannya itu dengan lidah. Konsep ini juga tidak menghubungkan iman dengan amal perbuatan manusia, yang penting tashdiq dan ikrar.

3. Iman adalah tashdiq di dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan. konsep ketiga ini mengaitkan perbuatan manusia dengan iman. karena itu, keimanan seseorang ditentukan pula oleh amal perbuatannya.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian Iman Lengkap dengan Wujud Dari Iman. Mohon maaf bila ada kesalahan dan semoga bermanfaat.
Sumber: Zaimina, B.A, dan Afif, U. 2014. Buku Pedoman Pendidikan Agama Islam (PAI) Politeknik Negeri Jember. Absolute Media; Yogyakarta

Hakikat Manusia Menurut Islam, Teori Psikoanalisis, Behaviorisme, Kognitif, dan Humanisme

Ketika Mencari pengertian hakikat manusia melalui ilmu pengetahuan para ahli berusaha mendefinisikan sesuai dengan bidang kajian (Obyek Material) ilmu yang digelutinya dan sangat tergantung pada metodologi yang digunakan serta filosofi yang mendasari.

Hakikat Manusia Menurut Islam, Teori Psikoanalisis, Behaviorisme, Kognitif, dan Humanisme

HAKIKAT MANUSIA DALAM FALSAFAT

Para penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo volens (manusia berkeinginan). Menurut aliran ini Manusia adalah makhluk yang memiliki perilaku interaksi antara komponen biologis (Id), psikologis (ego, dan sosial (Superego), di dalam diri manusia terdapat unsur animal (hewan), rasional (akali(, dan moral (nilai).
Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai ilmu mekanicus (manusia mesin). behavior lahir sebagai reaksi terhadap intropeksionisme (aliran yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan subjektif) dan psikoanalisis (aliran yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). behaviour menganalisis perilaku yang nampak saja. Menurut aliran ini segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya, tidak disebabkan aspek rasional dan emosionalnya.

Para penganut teori kognitif menyebutkan manusia sebagai Homo sapiens (manusia berpikir). Menurut aliran ini manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan, tetapi sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, makhluk yang selalu berpikir. penganut teori kognitif mengecam pendapat yang cenderung menganggap pikiran itu tidak nyata karena tampak tidak mempengaruhi peristiwa. padahal terpikir, memutuskan, menyatakan, memahami, dan sebagainya adalah fakta kehidupan manusia.


Para penganut teori humanisme menyebut manusia sebagai homo ludens (manusia bermain). aliran ini mengecam psychoanalysis dan behaviorisme, karena keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia. keduanya tidak dapat menjelaskan eksistensi manusia yang positif dan menentukan, seperti cinta, kreativitas, nilai, makna, dan pertumbuhan pribadi. Menurut humanisme manusia berperilaku untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengaktualisasikan diri. Perdebatan mengenai Siapa manusia dikalangan para ilmuwan terus berlangsung dan tidak menemukan satu kesepakatan yang tuntas. manusia tetap menjadi misteri yang paling besar dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang.

HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM

Konsep manusia dalam Al Quran dipahami dengan memperhatikan kata-kata yang saling menunjukkan pada makna manusia yaitu kata basyara, Insan, dan Al an-nas. Allah memakai konsep Basyar dalam al-quran sebanyak 37 kali salah satunya al-kahfi: 110 yaitu innama ana basyarun mistslukum ( Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu). Konsep basyar selalu dihubungkan pada sifat-sifat biologis manusia alasannya dari tanah liat atau lempung kering (al-Hijr:33; al-Rum:20), manusia makan dan minum (al-Mu'mimun:33). Basyar adalah makhluk yang hanya sekedar berada (being) yang statis seperti hewan.

Kata Insan dalam Alquran disebutkan sebanyak 65 kali di antaranya (al-alaq 5), yaitu: Allamal insaana maa lam ya'lam ( dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya). Konsep insan selalu dihubungkan pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai makhluk yang berpikir, diberi ilmu, dan memikul imanah (al-Ahzab:72). Insan adalah makhluk yang menjadi (being) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.

Kata al-nas disebutkan sebanyak 240 kali,  seperti al-zumar:27, Walaqad dlarabna linnasi fi hadzal qurani min kulli matsal (Sesungguhnya telah kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perempuan). Konsep al-nas menunjukkan pada semua manusia sebagai makhluk sosial secara kolektif. 

Demikian Alquran memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dan sosial. manusia sebagai basyar tunduk pada takdir Allah sama dengan makhluk lain. manusia sebagai insan dan al-nas bertalian dengan hembus roh allah yang memiliki kebebasan dalam memilih untuk tunduk atau menentang takdir Allah. Manusia memiliki Fitrah dalam arti potensi, yaitu kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan ke dunia. potensi yang dimiliki manusia dapat dikelompokkan pada dua hal, yaitu potensi fisik dan potensi rohaniah.

Potensi potensi fisik manusia telah dijelaskan pada bagian yang lalu sedangkan potensi rohaniah adalah akal qalbu dan nafsu akal dalam pengertian bahasa Indonesia berarti pikiran atau rasio. Dalam Al Quran akal diartikan dengan kebijaksanaan intelegensi dan pengertian dengan demikian di dalam al-quran atau diletakkan bukan hanya pada ranah rasio tetapi juga rasa bahkan lebih jauh dari itu akal diartikan sebagai hikmah atau bijaksana.

Al-qalb berasal dari kata qalaba yang berarti berubah, berpindah, atau berbalik. Musa asy'ari (1992) menyebutkan arti al-qalb dengan dua pengertian, yang pertama pengertian kasar atau fisik, yaitu segumpal daging yang berbentuk bulat panjang terletak di dada sebelah kiri yang sering disebut dengan jantung. sedangkan arti yang kedua adalah pengertian yang halus yang bersifat ketuhanan dan rohaniah yaitu hakikat manusia yang dapat menangkap segala pengertia,n berpengetahua, dan Arif.

Dengan demikian akal digunakan manusia dalam rangka memikirkan alam, sedangkan mengingat Tuhan adalah kegiatan yang berpusat pada qalbu. keduanya merupakan kesatuan daya rohani untuk dapat memahami kebenaran, sehingga manusia dapat memasuki, suatu kesadaran tertinggi yang bersatu dengan kebenaran Ilahi.

Adapun nafsu (bahasa Arab Al-Hawa dalam bahasa Indonesia sering disebut hawa nafsu) adalah suatu kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginannya. dorongan-dorongan ini sering disebut dorongan primitif, karena sifatnya yang bebas tanpa mengenal baik dan buruk. Oleh karena itu nafsu sering disebut sebagai dorongan kehendak bebas. dengan nafsu manusia dapat bergerak dinamis dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. kecenderungan nafsu yang bebas jika tidak terkendali dapat menyebabkan Manusia memasuki kondisi yang membahayakan dirinya. untuk mengendalikan nafsu manusia menggunakan akalnya sehingga dorongan-dorongan tersebut dapat menjadi kekuatan positif yang menggerakkan manusia ke arah tujuan yang jelas dan baik. agar manusia dapat bergerak ke arah yang jelas, maka agama berperan untuk menunjukkan jalan yang harus ditempuh nya. nafsu yang terkendali oleh akal dan berada pada jalur yang ditunjukkan agama disebut nafsu Mutmainnah yang diungkapkan Al Quran pada surat Al-Fajr: 27-30.
Dengan demikian manusia ideal adalah manusia yang mampu menjaga fitrahnya dan mampu mengelola dan memajukan potensi akal, qalbu, dan nafsu nya secara harmonis.

HAKIKAT MANUSIA MENURUT PARA AHLI

Ibnu Sina yang terkenal dengan filsafat jiwanya menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan sekaligus makhluk ekonomi. Manusia adalah makhluk sosial, Untuk penyempurnaan jiwa manusia demi kebaikan hidupnya, Karena manusia tidak bisa hidup dengan baik tanpa adanya orang lain. dengan kata lain manusia baru bisa mencapai kepuasan yang memenuhi segala kepuasannya bila hidup berkumpul bersama manusia. Manusia adalah makhluk ekonomi, karena ia selalu memikirkan masa depannya dan menyiapkan segala sesuatu untuk masa depannya, terutama mengenai barang atau materi untuk kebutuhan jasmaninya. Hal ini dibuktikan dengan mengambil kisah adam yang diturunkan dari surga ke bumi karena ia memerlukan pangan dengan memakan buah khuldi.

Menurut pandangan Murtadha muthahhari Manusia adalah makhluk serba dimensi. Dimensi pertama secara fisik manusia hampir sama dengan hewan, membutuhkan makan, minum, istirahat, dan menikah, supaya ia dapat hidup, tumbuh, dan berkembang. Dimensi kedua, manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis, yaitu ingin memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian. Dimensi ketiga, manusia mempunyai perhatian terhadap keindahan. Dimensi keempat, manusia memiliki dorongan untuk menyembah Tuhan. Dimensi kelima, manusia memiliki kemampuan dan kekuatan yang berlipat ganda, karena dia dikaruniai akal pikiran dan kehendak bebas, sehingga ia mampu menahan hawa nafsu dan dapat menciptakan keseimbangan dalam hidupnya. Dimensi keenam, manusia mampu mengenal dirinya sendiri. jika ia sudah mengenal dirinya, maka dia akan mencari dan ingin mengetahui siapa penciptanya, mengapa dia diciptakan, dari apa ia diciptakan, bagaimana proses penciptaannya, dan untuk apa ia diciptakan.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Hakikat Manusia Menurut Islam, Teori Psikoanalisis, Behaviorisme, Kognitif, dan Humanisme yang kami rangkum. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog kami semoga bermanfaat.

Sumber: Zaimina, B.A, dan Afif, U. 2014. Buku Pedoman Pendidikan Agama Islam (PAI) Politeknik Negeri Jember. Absolute Media; Yogyakarta